PERAN ORGANISASI SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN DALAM KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI KEAMANAN PANGAN

29, October 2021

PERAN ORGANISASI SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN DALAM KOMUNIKASI,

INFORMASI DAN EDUKASI KEAMANAN PANGAN


Oleh : Ima Ananda, S.P., M.Epid


Permasalahan keamanan pangan dapat terjadi di setiap mata rantai pangan. Tahun 2019, dari 77 kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan terdapat 26 kejadian (33,8%) di tempat tinggal, 12 kejadian (15,6%) di SD/MI), masakan rumah tangga diduga menyebabkan keracunan pangan tertinggi, yaitu sebanyak 31 kejadian (40,3%) (BPOM, 2019).

Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terwujudnya penyelenggaraan keamanan pangan di setiap rantai pangan secara terpadu. Keamanan pangan dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia (UU Nomor 18 Tahun 2012, pasal 68, ayat 1). BPOM menyadari bahwa upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui Pengawasan Obat dan Makanan perlu dilakukan secara bersama dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

BPOM menyadari peran penting Organisasi Sosial dan Kemasyarakatan (Ormas) dalam program keamanan pangan, maka BPOM bersama Ormas membuat Kesepakatan Bersama melaksananakan program Pemberdayaan Masyarakat, salah satunya pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan bersama Ormas secara berkelanjutan.

KIE keamanan pangan kepada masing-masing individu merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis community knowledge. KIE dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai media seperti tatap muka (melalui pameran, webinar, talkshow), media elektronik seperti radio dan televisi, media cetak seperti majalah dan koran, serta media digital seperti website dan media sosial.

Selain itu, dilaksanakan KIE bersama tokoh masyarakat kepada 410.434 orang pada tahun 2020 dan 105.222 orang s.d. Juni 2021. BPOM telah membuktikan bahwa metode KIE sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengawasan obat dan makanan melalui Indeks Efektifitas KIE Obat dan Makanan tahun 2020, yaitu 92.06%.

KIE Keamanan Pangan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengadopsi praktik keamanan pangan yang baik dan menjadi konsumen cerdas yang dapat melindungi dirinya sendiri, keluarga, maupun komunitasnya dari ancaman pangan yang tidak memenuhi syarat sehingga meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.


Referensi:


BPOM. 2020. Laporan Tahunan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2019.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan


    Share