SODIUM, ANTARA MANFAAT & BAHAYA

04, June 2014


Teman-teman siapa yang tidak tahu tahu senyawa Sodium (garam) yang suka dipakai Ibu untuk memasak, bila teman-teman tertarik untuk lebih memahami Manfaat dan Bahaya dari senyawa tersebut?

Dewasa ini, perhatian masyarakat terhadap keberadaan sodium dalam produk pangan cukup tinggi. Hal ini terkait dengan dampak negatif yang ditimbulkan oleh konsumsi berlebihan komponen yang juga dikenal dengan nama natrium tersebut. Sodium atau natrium dapat berasal dari bahan alami yang digunakan atau penambahan bumbu. Salah satu sumber sodium yang sering digunakan adalah garam (NaCl), yang fungsi utamanya sebagai memberi rasa asin.

Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization, WHO) menganjurkan konsumsi garam maksimal 5 g sehari. Sedangkan berdasarkan data Susenas pada 2002, 2007, dan 2009 (Hardinsyah, 2011), rata-rata konsumsi garam penduduk Indonesia masing-masing adalah 6,3; 5,6; dan 5,7 g per hari. Artinya lebih tinggi dibandingkan anjuran dari WHO. Bahkan diperkirakan data tersebut bersifat underestimate, karena belum termasuk visible salt yang dibubuhkan pada makanan jajanan (bakso, soto, mie goreng, dan lainnya) dan produk olahan pabrik.

Sebanyak 98% asupan sodium akan diserap di usus, dan kelebihannya akan disaring di ginjal, dan dikeluarkan melalui keringat dan urin. Sayangnya, seiring dengan pertambahan usia, fungsi ginjal cenderung menurun. Akibatnya, kelebihan sodium menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi garam yang berlebihan terkait erat dengan peningkatan risiko beberapa penyakit kronis, terutama tekanan darah tinggi (hipertensi), jantung.

Hipertensi Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan sistolik darahnya di atas 140 mmHG dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHG. Terjadinya hipertensi bisa terjadi akibat beberapa faktor. Salah satunya adalah kelebihan asupan garam. Ketika ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik, maka akan mempengaruhi kondisi homeostatis elektrolit. Volume plasma darah akan meningkat dan menekan sistem kardiovaskuler untuk bekerja lebih keras.

Penyakit Kardiovaskuler
Terjadinya hipertensi meningkatkan risiko timbulnya penyakit kardiovaskuler. Akibat tekanan yang bertambah, relaksasi otot halus menjadi terganggu. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya gangguan jantung.

Manfaat Sodium
Namun demikian, perlu diingat bahwa sodium termasuk dalam zat gizi mikro yang penting dalam menunjang aktivitas normal tubuh. Konsumsi sodium yang cukup (tidak kurang atau lebih) sangat penting dalam menjaga volume tekanan darah dengan menngikat air. Komponen ini juga berperan mengatur tekanan osmotik sel, yang berfungsi bagi keluar masuknya cairan sel.

Tidak kalah pentingnya adalah fungsi zat mikro ini terhadap transmisi impuls sel syaraf. Sodium juga memiliki fungsi dalam meningkatkan mutu pangan. Komponen ini merupakan pasangan yang pas bagi ion klorida untuk berikatan dalam memberikan rasa asin. Begitupun dengan glutamat, ikatannya memberikan rasa umami dalam bentuk yang murni.

Mengingat manfaat dan bahaya, sudah selayaknya kita mengonsumsi sodium dengan cerdas dalam jumlah cukup. Anjuran konsumsi sodium (dari berbagai sumber) bagi remaja dan dewasa adalah 1200 mg/hari dan toleransi hingga 2300 mg/hari, tergantung kondisi tubuh.

Yunita, Fitria B. dan Simak, Kiki M., 2013a. Umami Indonesia.



    Share