GEBRAKAN BPOM DALAM MENDUKUNG UMKM: JEMPUT BOLA EDUKASI PELAKU UMKM

09, October 2021

GEBRAKAN BPOM DALAM MENDUKUNG UMKM:

JEMPUT BOLA EDUKASI PELAKU UMKM


Penulis: Dewintha Syandi K, S.T.P.

A group of people in a room

Description automatically generated with medium confidence

Mengurus Izin Edar sulit? Banyak sekali keluhan yang disampaikan akan sulitnya pengurusan izin edar BPOM. “Pengurusannya lama, biayanya mahal, berbelit-belit, belum lagi anggapan tentang tangan besi BPOM”. Namun, tidak sedikit ungkapan pelaku usaha yang mempunyai “success story”. Banyak pelaku UMKM yang sudah mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM dan mendapatkan manfaat dari pelayanan BPOM yang saat ini terbilang meningkat. BPOM telah melakukan banyak upaya untuk pemberdayaan UMKM, seperti adanya coaching clinic registrasi pangan, simplifikasi persyaratan izin usaha, pemeriksaan sarana yang difokuskan pada higiene sanitasi, diskon biaya registrasi sebesar 50% untuk UMKM, serta pembinaan dan bimbingan melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi keamanan pangan. 


Berdasarkan hasil pengawasan post market hingga tahun 2018, sebanyak 74% sarana belum menerapkan CPPOB untuk IRTP dan 40,54% untuk industri pangan MD. Salah satu penyebab temuan tersebut adalah pelaku usaha belum mendapatkan capacity building terkait penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik, sehingga diperlukan wadah untuk memfasilitasi adanya isu tersebut. Oleh karena itu, BPOM menginisiasi adanya Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bagi UMKM. Untuk meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM dalam pemenuhan CPPOB di sarana produksinya, perlu disampaikan materi pengetahuan dasar CPPOB pada Bimtek, meliputi penerapan CPPOB di sarana UMKM, Bahan Tambahan Pangan, Label dan Kemasan Pangan, serta Tata Cara Pendaftaran Pangan Olahan. Kurikulum dalam Bimtek CPPOB mengacu pada unit kompetensi Mendesain CPPOB/GMP, sehingga dalam pelaksanaannya tidak hanya berbentuk ceramah, namun juga diskusi dan simulasi mendesain sistem pendokumentasian yang dibutuhkan di sarana UMKM.


Adanya kondisi pandemi saat ini, tidak menjadikan Badan POM mati gaya, terobosan dan inovasi dilakukan agar kegiatan-kegiatan tetap berjalan dengan baik. Pada bulan Agustus 2021, telah dilakukan Bimtek CPPOB yang dilaksanakan secara daring dengan total peserta lebih dari 1.500 orang pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Antusiasme yang luar biasa dari pelaku UMKM mewujudkan keinginan kuat mereka untuk naik kelas dan menjamin produknya aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi Bimtek CPPOB diharapkan terjadi peningkatan kapasitas UMKM untuk bisa segera memperoleh aspek legal produknya melalui Nomor Izin Edar produk dan peningkatan kepatuhan terhadap regulasi untuk meningkatkan daya saing produk pangan hasil UMKM. Setelah mendapatkan NIE, pelaku usaha dapat memproduksi, mengedarkan atau mendistribusikan produknya secara legal sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, dan mendapatkan manfaat seperti Jaminan Keamanan Mutu, Meningkatkan Kepercayaan Brand/Merek Produk, memperluas Pemasaran, dan Mendapatkan Nilai Tambah dan Daya Saing.


PELAKU UMKM CERDAS UMKM NAIK KELAS


    Share