APAKAH CIRI AKIBAT KERACUNAN PANGAN YANG MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA?

04, December 2021

Asam borat atau boraks (boric acid)
Boraks bersifat sangat beracun. Bahaya akut dari mengkonsumsi pangan yang mengandung boraks adalah badan berasa tidak enak (malaise), mual nyeri hebat pada perut bagian atas (apigastric), pendarahan gastro-enteritis disertai muntah darah,

diare, lemah, mengantuk, demam, dan sakit kepala. Sedangkan bahaya kronis/jangka panjang adalah hilangnya nafsu makan (anorexia), turunnya berat badan, iritasi ringan disertai gangguan pencernaan, kulit ruam dan merah-merah, kulit kering dan mukosa membran dan bibir pecah-pecah, lidah merah, radang selaput mata, anemia, kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut, bahkan kematian.

Formalin
Formalin diketahui dapat menyebabkan kanker. Bila terminum dapat menyebabkan rasa terbakar pada tenggorokan dan perut. Sekitar 2 sendok makan formalin dapat menyebabkan kematian. Efek negatif pada kesehatan akan muncul setelah beberapa tahun, kecuali jika terpapar dalam jumlah banyak. Bahaya akut yang akan terjadi adalah iritasi, alergi, kemerahan, mata berarir, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing. Sedangkan bahaya kronis / jangka panjang adalah iritasi pada saluran pernafasan, muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada, selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal. Bila dikonsumsi menahun dapat menyebabkan kanker.

Rhodamin-B dan Methanyl Yellow
Rhodamin-B adalah pewarna merah terang komersial, ditemukan bersifat racun dan dapat menyebabkan kanker. Bahan ini sekarang banyak disalahgunakan pada pangan dan kosmetika di beberapa negara. Kelebihan dosis bahan ini dapat menyebabkan keracunan, berbahaya jika tertelan, terhirup atau terserap melalui kulit. Selain itu, juga dapat menyebabkan gangguan pada jaringan hati, kandung kemih, saluran pencernaan, dan jaringan kulit.
Sedangkan methanyl yellow dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata, tenggorokan, dan dilarang digunakan dalam pangan.


    Share